Sistem Pakar Berbasis Web untuk Diagnosis Penyakit Paru Anak dengan Forward Chaining

Penulis

  • Mochammad Raflie Lazuardi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Ika Ratna Indra Astutik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Ade Eviyanti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.32664/smatika.v15i02.1738

Abstrak

Penelitian ini bertujuan sebagai rancangan sebuah sistem menggunakan metode forward chaining untuk dapat dipergunakan untuk memfasilitasi diagnosis dini penyakit paru pada anak, seperti tuberkulosis, pneumonia, dan bronkitis. Sistem dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas, dalam mengenali gejala secara mandiri. Metodologi menggunakan tahapan Expert System Development Life Cycle (ESDLC), mencakup identifikasi masalah, akuisisi pengetahuan dari ahli, perancangan, hingga pengujian dengan teknik black box. Sistem ini mampu mendeteksi gejala, mencocokkannya dengan basis aturan, dan memberikan diagnosis awal beserta rekomendasi tindakan. Hasil implementasi menunjukkan sistem dapat mendukung pengambilan keputusan medis secara cepat serta akurat, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui akses berbasis internet.

Referensi

[1] R. Tullah, S. Sutarman, and M. P. Saladin, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru pada Anak dengan Menggunakan Metode Forward Chaining,” JURNAL SISFOTEK GLOBAL, vol. 10, no. 2, p. 80, Sep. 2020, doi: 10.38101/sisfotek.v10i2.293.

[2] A. Bahauddin, F. R. Perdana, H. F. Majid, and I. Rizki, “Systematic Literatur Review: Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru-Paru Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Mahasiswa, vol. 1, no. 1, pp. 174–180, 2023.

[3] Kementerian Kesehatan RI, “Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022,” 2023.

[4] Kementerian Kesehatan RI, “Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Pneumonia dan Diare 2023-2030,” 2023.

[5] World Health Organization, “Meningitis.”

[6] F. Safithri, “Diagnosis TB Dewasa dan Anak Berdasarkan ISTC (International Standard for TB Care),” 2019.

[7] B. A. Sekti, D. Tandianto, and A. Sutjahyono, “Percepatan Diagnosis Gejala Penyakit Batuk dengan Metoda Forward Chaining dan Certainty Factor,” vol. 10, no. 2, pp. 401–412, 2024.

[8] A. P. Kusuma and M. Sari, “PERBANDINGAN METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT IKAN LELE SANGKURIANG,” Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, vol. 13, no. 1, pp. 59–71, May 2019, doi: 10.35457/antivirus.v13i1.727.

[9] R. Firnando, “Sistem Pakar Stunting Pada Balita Menggunakan Metode Forward Chaining dan Naive Bayes,” Jurnal Sains Informatika Terapan, vol. 1, no. 2, pp. 115–119, 2022.

[10] M. Sari, S. Defit, and G. W. Nurcahyo, “Sistem Pakar Deteksi Penyakit pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi, vol. 2, pp. 130–135, Dec. 2020, doi: 10.37034/jsisfotek.v2i4.34.

[11] P. S. Sukanto, R. T. Subagio, and D. C. Natalie, “Implementasi Sistem Pakar Dalam Menentukan Jenis Perawatan Kulit Wajah Menggunakan Metode Forward Chaining,” SMATIKA JURNAL, vol. 9, no. 02, pp. 65–72, Jan. 2020, doi: 10.32664/smatika.v9i02.389.

[12] D. Fitriati and I. Gibran, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Meningitis Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal UMJ, vol. 12, no. 1, pp. 46–50, 2021.

[13] M. Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi, 2005.

[14] D. D. S. Fatimah, Y. Septiana, and G. Ramadhan, “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Stunting Berbasis Web Menggunakan Metode Certainty Factor,” Jurnal Algoritma, vol. 19, no. 2, pp. 547–557, Nov. 2022, doi: 10.33364/algoritma/v.19-2.1144.

[15] M. I. Pati, S. Defit, and G. W. Nurcahyo, “Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining untuk Diagnosis Penyakit dan Hama Tanaman Semangka,” Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi, vol. 2, Dec. 2020, doi: 10.37034/jsisfotek.v2i4.74.

[16] J. Vol, N. Maret, J. Ilmiah, T. Mesin, and E. D. A. N. Komputer, “Diagnosa Penyakit Pada Ikan Nila Dengan Forward Chaining Berbasis,” vol. 3, no. 1, 2023.

[17] D. M. L Tobing, E. Pawan, F. E. Neno, and K. Kusrini, “SISTEM PAKAR MENDETEKSI PENYAKIT PADA TANAMAN PADI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING,” SISFOTENIKA, vol. 9, no. 2, p. 126, Mar. 2019, doi: 10.30700/jst.v9i2.440.

[18] R. F. Rizaldi, S. Busono, and A. S. Fitrani, “Sistem Informasi Inventaris Barang Di UPTD Puskesmas Kemlagi Menggunakan Metode Waterfall,” SMATIKA JURNAL, vol. 14, no. 01, pp. 13–22, Jun. 2024, doi: 10.32664/smatika.v14i01.1128.

[19] D. Gusmaliza, R. Masdalipa, and Y. Yadi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit ISPA dengan Metode Forward Chaining,” Building of Informatics, Technology and Science (BITS), vol. 3, no. 4, pp. 738–746, Mar. 2022, doi: 10.47065/bits.v3i4.1203.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-17