Penerapan Metode Film Production Stages pada Pemotretan Fotografi Dokumenter Akulturasi Suku di Karangantu, Banten

Penulis

  • Saarah Faadhilah Khansa Universitas Pembangunan Nasional Veteran
  • Aryo Bayu Wibisono Universitas Pembangunan Nasional Veteran
  • Aninditya Daniar Universitas Pembangunan Nasional Veteran

DOI:

https://doi.org/10.32664/mavis.v8i01.2258

Kata Kunci:

akulturasi, film production stages, fotografi dokumenter, Karangantu, suku

Abstrak

Metode Film Production Stages umumnya digunakan dalam pembuatan film pendek. Akan tetapi metode ini dapat juga digunakan pada pemotretan fotografi dokumenter melalui alur cerita yang disusun secara sistematis. Fotografi Dokumenter Akulturasi Suku di Karangantu, Kota Serang, Banten adalah karya fotografi yang membahas fenomena akulturasi oleh suku Banten, Bugis, dan Cirebon yang belum banyak diketahui oleh publik karena minimnya dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penggunaan metode Film Production Stages dalam pemotretan karya fotografi dokumenter yang disertai dengan narasi visual agar realitas yang disampaikan kepada pembaca lebih terstruktur dan komunikatif. Penelitian ini memberikan kebaruan melalui pendekatan Practice-Led Research dengan mengadaptasi metode Film Production Stages ke dalam fotografi dokumenter, kebaruan ini belum dilakukan pada penelitian sebelumnya yang cenderung bersifat deskriptif, teknis, dan tidak menekankan proses penciptaan sebagai metode penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis, yaitu untuk menjadi media pengembangan studi Desain Komunikasi Visual dan referensi peneliti lain serta manfaat secara praktis, yaitu menjadi media pemahaman pembaca terhadap metode Film Production Stages sebagai panduan teknis pembuatan fotografi dokumenter.

Referensi

[1] G. H. Asshidiqi, H. N. Annisak, Hartono, I. K. Ilmi, J. Permatasari, and V. A. Sari, “Sejarah, Sistem Perdagangan dan Komoditi Dagang Kesultanan Banten Pada Abad Ke 16-17 M,” 2020, doi: 10.13140/RG.2.2.29550.63042.

[2] Y. Pribadi, “Dinamika Hubungan Sosial-Keagamaan Pada Masyarakat Nelayan di Karangantu Banten,” Teosof. J. Tasawuf dan Pemikir. Islam, vol. 7, no. 1, pp. 376–408, 2017, doi: https://doi.org/10.15642/teosofi.2017.7.1.199-224.

[3] A. Bano, “Komunikasi Sosial Melalui Fotografi Pernikahan: Analisis Representasi Nilai Kekeluargaan Di Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur,” Menulis J. Penelit. Nusant., vol. 1, pp. 150–156, 2025, doi: https://doi.org/10.59435/menulis.v1i10.672.

[4] M. U. Batoebara, “Fotografi,” in Fotografi, no. 2015, Enam Media, 2024, pp. 3–13.

[5] A. P. Herwanto, “Jejak Perubahan dan Dinamika Kota Malang : Studi Literatur dalam Fotografi,” J. MAVIS, vol. 6, no. 2, pp. 67–73, 2024, doi: https://doi.org/10.32664/mavis.v6i02.1180.

[6] L. Riazantsev and Y. Yevdokymenko, “Managing Stages of Film Sound Production,” 2021, doi: 10.31866/2617-2674.4.2.2021.248702.

[7] R. Y. Harahap, Produksi Film, vol. 1, no. 1. Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.

[8] R. Arvyanda, E. Fernandito, and P. Landung, “Analisis Pengaruh Perbedaan Bahasa dalam Komunikasi Antarmahasiswa,” J. Harmon. Nusa Bangsa, vol. 1, 2023, doi: 10.47256/jhnb.v1i1.338.

[9] I. Susanti, “Peran Street Photography Dalam Mengungkap Dinamika Kehidupan Sosial Di Perkotaan,” Specta, vol. 9, no. 1, pp. 41–52, 2025, doi: 10.24821/specta.v9i1.15545.

[10] A. B. Wibisono, Riset Desain: Pengumpulan Data dan Analisis, 1st ed. Surabaya: CV. Putra Media Nusantara (PMN), 2020.

[11] F. R. Fiantika et al., Metodologi Penelitian Kualitatif, 1st ed., no. March. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2022. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/359652702_Metodologi_Penelitian_Kualitatif

[12] Ruslin, S. Mashuri, M. S. A. Rasak, F. Alhabsyi, and H. Syam, “Semi-structured Interview: A Methodological Reflection on the Development of a Qualitative Research Instrument in Educational Studies,” vol. 12, no. 1, pp. 22–29, 2022, doi: 10.9790/7388-1201052229.

[13] C. M. Yudhawasthi, “Dokumen dalam perspektif ilmu komunikasi,” vol. 9008, no. 105, pp. 43–58, 2023, doi: 10.55981/j.baca.2023.1126.

[14] Dwitri Pilendia, “Pemanfaatan Adobe Flash Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar Fisika : Studi Literatur,” J. Tunas Pendidik., vol. 2, no. 2, pp. 1–10, 2020, doi: 10.52060/pgsd.v2i2.255.

[15] M. P. D. Surya, M. H. Azizi, M. Iqbal, S. R. Widyahana, F. A. Gumita, and A. A. Aziz, “Penerapan Metode Diagram Fishbone untuk Identifikasi Masalah Kualitas Layanan di StartUp Parfum Foxsniff,” Lokawati J. Penelit. Manaj. dan Inov. Ris., vol. 3, no. 3, pp. 185–193, 2025, doi: 10.61132/lokawati.v3i3.1766.

[16] A. B. Fadhilah and D. Manesah, “Analisis Penerapan Struktur Tiga Babak Teori Aristoteles dalam Skenario Film ‘ Key ’ untuk Meningkatkan Suspense,” Abstr. J. Kaji. Ilmu seni, Media dan Desain, vol. 2, no. 2, pp. 08–18, 2025, doi: https://doi.org/10.62383/abstrak.v2i2.541.

[17] A. Lasmi, H. Bayhaqi, I. Negeri, and S. Utara, “Dawatuna : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Dawatuna : Journal of Communication and Islamic Broadcasting,” vol. 2, pp. 35–45, 2022, doi: 10.47476/dawatuna.v2i1.509.

[18] A. Subair, “Orang Bugis: Konstruksi Identitas Baru Di Tanah Banten 1970-2000-an,” Phinisi Integr. Rev., vol. 5, pp. 818–823, 2022, doi: https://doi.org/10.26858/pir.v5i2.33643.

[19] F. Mf and W. Eugene, “FOTOGRAFI DOKUMENTER Aprillio Abdullah Akbar,” pp. 43–54, 2025, doi: 10.24821/specta.v7i2.15128.

[20] P. W. Setiyanto and I. Irwandi, “Foto Dokumenter Bengkel Andong Mbah Musiran: Penerapan Dan Tinjauan Metode Edfat Dalam Penciptaan Karya Fotografi,” REKAM J. Fotogr. Telev. dan Animasi, vol. 13, no. 1, p. 29, 2017, doi: 10.24821/rekam.v13i1.1580.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30