Pendampingan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada Pekerja dan Komunitas Lokal Proyek Trafo Power Lintas Wilayah di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32664/dharma.v4i1.2287Kata Kunci:
Alat Pelindung Diri, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Komunitas Lokal, Pendampingan Partisipatif, Perilaku KeselamatanAbstrak
Lingkungan kerja di sektor logistik pengiriman trafo dan peralatan listrik menyimpan berbagai potensi bahaya yang membutuhkan perhatian serius terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membangun dan meningkatkan budaya K3 melalui pendampingan kepada pekerja dan komunitas lokal di lokasi proyek. Kegiatan dilaksanakan di berbagai wilayah, meliputi Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan pekerja perusahaan, subkontraktor, vendor, serta masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif secara deskriptif kualitatif melalui briefing K3 rutin (toolbox meeting), demonstrasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), diskusi interaktif, serta sosialisasi prosedur darurat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan perilaku keselamatan kerja, yang ditandai dengan penggunaan APD secara konsisten, meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya, serta tumbuhnya sikap proaktif dalam menjaga keselamatan kerja. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan K3 yang dilakukan secara konsisten dan kontekstual efektif dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan, baik di lingkungan kerja maupun komunitas masyarakat sekitar proyek.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
