Implementasi Esp8266 Deauther Versi 2 Sebagai Media Uji Jaringan Nirkabel Terhadap Serangan Deauthentication Pada Pt. Jaring Solusi Persada Cabang Tulungagung

Penulis

  • diyah anggraini Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung
  • Yayak Kartika Sari Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung
  • Joko Iskandar Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.32664/j-intech.v14i02.2297

Kata Kunci:

ESP8266 Deauther, Deauthentication Attack, Keamanan Jaringan, Wi-Fi, Quality of Service (QoS).

Abstrak

Integrasi yang pesat antara jaringan nirkabel dan ekosistem Internet of Things (IoT) memberikan efisiensi tinggi, namun juga meningkatkan risiko keamanan terhadap infrastruktur digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan infrastruktur jaringan terhadap serangan pemutusan paksa (deauthentication) pada protokol IEEE 802.11. Studi kasus dilakukan di PT Jaring Solusi Persada Cabang Tulungagung, di mana stabilitas Wi-Fi menjadi pilar utama dalam koordinasi operasional perusahaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan ESP8266 Deauther Versi 2 sebagai alat uji penetrasi yang portabel dan efisien untuk mensimulasikan gangguan secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Prototyping yang mencakup tahapan identifikasi masalah, perancangan skenario, dan implementasi pada 15 access point (AP) yang berbeda. Parameter Quality of Service (QoS) diukur menggunakan perangkat lunak Wireshark untuk menganalisis secara empiris dampak serangan terhadap kinerja jaringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serangan deauthentication memiliki dampak destruktif yang signifikan terhadap stabilitas jaringan. Throughput mengalami penurunan drastis sebesar 70%, dari kondisi normal 567 kbps menjadi 170 kbps. Selain itu, terjadi lonjakan latency hingga 300 ms serta tingkat packet loss sebesar 15% yang mengganggu integritas transmisi data bagi pengguna yang sah. Klasifikasi kerentanan menunjukkan bahwa 60% perangkat (9 unit AP) tergolong rentan, didominasi oleh perangkat kelas konsumen yang belum mendukung fitur Management Frame Protection (MFP). Sebaliknya, 40% perangkat bermerek Ruijie Enterprise (6 unit AP) terbukti tidak rentan dan mampu menahan serangan. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi organisasi untuk meningkatkan standar keamanan ke protokol WPA3 serta mengadopsi perangkat kelas bisnis guna memitigasi risiko serangan pada lapisan protokol nirkabel.

Referensi

[1] M. Chakroun, J. Sayah, C. Kallab, and S. El-haddad, “Internet of Things: Towards a Solid Ecosystem of Interconnected Things,” Advances in Internet of Things, vol. 12, no. 3, pp. 35–64, 2022, doi: 10.4236/ait.2022.123004.

[2] N. Mowla, N. Mowla, A. F. M. S. Shah, K. M. Rabie, and T. Shongwe, “Internet of Things and Wireless Sensor Networks for Smart Agriculture Applications: A Survey,” IEEE Access, vol. 11, pp. 145813–145852, 2023, doi: 10.1109/ACCESS.2023.3346299.

[3] B. T. Hanggara, M. H. Nasrullah, and D. Pramono, “Analisis Perbandingan Performa Framework NestJS dan Lumen Pada Studi Kasus Aplikasi Berbasis REST API,” J-INTECH (Journal of Innovation and Technology), vol. 12, no. 1, pp. 181–189, 2024, doi: 10.32664/j-intech.v12i1.1354

[4] R. A. Saputra, R. D. Ridwansyah, D. A. Erlangga, and E. Rilvani, “KEAMANAN SISTEM OPERASI DALAM ERA INTERNET OF THINGS,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), vol. 9, no. 2, pp. 1939–1944, 2025, doi: 10.36040/jati.v9i2.12837.

[5] M. Risal, andy lukman Affandy, and A. Ilham, “IMPLEMENTASI PRINTER SERVER WIRELESS FIDELITY BERBASIS RASBERRY PI PADA UNIVERSITAS HANDAYANI MAKASSAR,” JURNAL IT (Media Informasi IT STMIK Handayani), vol. 15, no. 1, pp. 1–11, 2024.

[6] L. M. Z. Fikri, A. Z. M., and A. Zubaidi, “Analisis Keamanan Jaringan Wi-Fi Dengan Metode Deauthentication Attack Pada Access point Di Lingkungan Universitas Mataram,” Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, vol. 11, no. 2, pp. 75–84, 2023.

[7] Z. Alfian, A. Effendi, F. Priyogi, and R. N. Yatim, “Pengembangan Media Pembelajaran Logika Boolean Berbasis Web Menggunakan Pyodide Dengan Pendekatan Prototyping Bagi Mahasiswa Teknik Informatika,” Journal of Informatics Management and Information Technology, vol. 6, no. 1, pp. 19–29, 2026, doi: 10.47065/jimat.v6i1.941.

[8] H. P. Fitrian, E. Eriyana, H. M. Ibrahim, R. P. Rizqullah, and S. P. Meliansyah, “Security Evaluation of WPA2 vs WPA3 Wireless Network Against Deauthentication and Brute Force Attacks using Aircrack-ng,” Jurnal Ilmiah Sistem Informasi (JUISI), vol. 5, no. 1, pp. 257–274, 2026, doi: 10.51903/gy968e07

[9] A. Irfan, A. Z. Nusri, Z. Rachmat, and S. Wulandari, “Analisis Keamanan Jaringan Nirkabel Menggunakan Wireless Intrusion Detection System (WIDS),” Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI), vol. 7, no. 1, pp. 110–119, 2024, doi: 10.57093/jisti.v7i1.195.

[10] R. S. Pratikno, C. Trinata, and G. B. Hertantyo, "Kajian Literatur Analisis Keamanan Jaringan," Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 10, no. 2, pp. 361–370, 2025, doi: 10.23969/jp.v10i02.28330.

[11] Somantri, gina purnama Insany, and R. Ryansah, “Pengembangan Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Menggunakan Teknologi Fingerprint dengan Metode Prototype Berbasis Internet Of Things,” G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, vol. 8, no. 1, pp. 593–602, 2024, doi: 10.33379/gtech.v8i1.3879.

[12] M. S. Ariyanto, G. B. Hertantyo, and B. Hartati, “Serangan Deauthentication Attack Pada Wireless Access Point: Systematic Literature Review,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), vol. 9, no. 4, pp. 6606–6612, 2025, doi: 10.36040/jati.v9i4.13808.

[13] A. B. N. As-sajid and R. E. Putra, “Analisis dan Pengujian Dictionary Attack terhadap WPA3 Berbasis Script,” JINACS (Journal of Informatics and Computer Science), vol. 5, no. 2, pp. 216–222, 2023. Doi: 10.26740/jinacs.v5n02.p216-222

[14] U. Sulung and M. Muspawi, “Memahami Sumber Data Penelitian: Primer, Sekunder, dan Tersier,” EDU RESEARCH, vol. 5, no. 3, pp. 110–116, 2024.

[15] K. P. Asiana, R. B. Huwae, and A. H. Jatmika, “Studi Eksperimen Keamanan Jaringan Wi-Fi Kampus: Analisis Kerentanan terhadap Serangan Evil Twin dan Deauthentication,” Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika, vol. 9, no. 2, pp. 629–638, 2025, doi: 10.29408/edumatic.v9i2.31822.

[16] A. Pranandi, M. Nurdin, utari dwi F, and Y. Hermawan, “Serangan Phising Wifi Menggunakan ESP8266: Replikasi Jaringan untuk Penangkapan Informasi Otentikasi,” HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis, vol. 2, no. 7, pp. 638–649, 2024.

[17] Z. Alamin and M. Amirul, “Analisis Keamanan Jaringan pada Sistem Kendali Jarak Jauh untuk Infrastruktur Kritis (Network Security Analysis of Remote Control System for Critical Infrastructure),” Jurnal Pengembangan Sains dan Teknologi, vol. 1, no. 1, pp. 25–41, 2025, doi: 10.63866/jpst.v1i1.39.

[18] A. R. Manik, M. B. Akbar, and J. Purba, “Academic Portal with MFA (WhatsApp OTP via Fonnte), Role-Based Access Control, and Logging System for Network Monitoring,” Jurnal Ilmiah Sistem Informasi (JISI), vol. 4, no. 3, pp. 674–687, 2025, doi: 10.51903/qwz6pt87.

[19] Y. Farhan and A. S. Aziz, “Analisis Keamanan Jaringan Wi-Fi Pada SMKN 1 Kota Jantho Menggunakan Metode Vulnerability Assessment (Wi-Fi Network Security Analysis At SMKN 1 Kota Jantho Using The Vulnerability Assessment Method),” Cyber Security dan Forensik Digital, vol. 8, no. 2, pp. 1–10, 2025.

[20] T. Yusnanto, M. A. Muin, and S. Wahyudiono, “Analisa Infrastruktur Jaringan Wireless dan Local Area Network (WLAN) Meggunakan Wireshark Serta Metode Penetration Testing Kali Linux,” Journal on Education, vol. 4, no. 4, pp. 1470–1476, 2022, doi: 10.31004/joe.v4i4.2175.

Diterbitkan

2026-06-26