Implementasi Augmented Reality Untuk Cerita Rakyat Malin Kundang Berbasis Perangkat Bergerak
DOI:
https://doi.org/10.32664/smatika.v5i02.96Kata Kunci:
augmented reality, android, cerita rakyat, malin kundang, realtimeAbstrak
Indonesia merupakan negara yang kaya akan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun seperti cerita rakyat. Cerita rakyat mengandung nilai-nilai norma dan keluhuran bangsa Indonesia. Pada saat ini, cerita rakyat menghadapi tantangan untuk tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia. Sampai pada saat ini, cerita rakyat hanya dikemas dalam bentuk buku cerita sederhana dan film animasi sederhana. Hal ini mengakibatkan cerita rakyat tidak lagi diminati oleh masyarakat khususnya kalangan anak-anak. Dengan menggabungkan teknologi Augmented reality dengan cerita rakyat Malin Kundang pada perangkat bergerak Android, cerita rakyat Malin kundang dapat dikemas dengan kemasan yang lebih menarik. Konsep dasar Augmented Reality adalah dengan menggabungkan anatara dunia nyata dan dunia maya, lalu memvisualisasikan kembali cerita rakyat tersebut secara realtime. Dengan menggunakan teknologi Augmented reality, cerita rakyat akan memiliki inovasi yang lebih menarik sehingga diminati oleh masyarakat Indonesia khusunya kalangan anak-anak. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi Augmented Reality untuk cerita rakyat Malin Kundang pada perangkat bergerak. Aplikasi terdiri dari 14 scenes. Pada setiap scenes terdapat 2 pilihan bahasa dan sebuah animasi video. Sebanyak 90,8% dari 30 responden setuju bahwa aplikasi yang dibuat dapat meningkatkan minat anak-anak terhadap cerita rakyat Malin Kundang.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Untuk artikel yang terbit mulai Vol. 16 No. 4 (Desember 2026), penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan kepada SMATIKA hak terbit pertama. Untuk artikel yang terbit pada nomor sebelumnya, berlaku pernyataan hak cipta yang tercantum pada artikel, dan penulis tetap berhak menggunakan serta menyebarluaskan karyanya tanpa izin terlebih dahulu. Seluruh artikel diterbitkan secara akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Lihat Kebijakan Hak Cipta dan Kebijakan Lisensi.

