Diferensiasi Identitas Visual Antarprogram Studi melalui Desain Twibbon Mahasiswa Baru Universitas Negeri Makassar 2026

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.32664/mavis.v8i02.2538

Kata Kunci:

Diferensiasi Visual, Identitas Visual, Mahasiswa Baru, Program Studi, Twibbon

Abstrak

Twibbon mahasiswa baru bukan hanya media untuk menunjukkan partisipasi di dunia digital, tetapi juga mencerminkan identitas khas suatu program studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi diferensiasi identitas visual pada lima twibbon mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar tahun ajaran 2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi visual komparatif. Lima sampel dipilih secara purposif dari program studi pada fakultas yang berbeda, kemudian dianalisis berdasarkan warna, tipografi, ilustrasi, simbol keilmuan, komposisi, gaya visual, serta narasi verbal. Hasil penelitian menunjukkan lima karakter visual yang berbeda, yaitu natural-ilmiah pada Biologi, klasik-kultural pada Pendidikan Bahasa Jerman, populer-digital pada Bisnis Digital, teknis-industrial pada Rekayasa Industri, serta ilustrasi-ekspresif pada Pendidikan Sendratasik. Perbedaan paling jelas terlihat pada simbol keilmuan dan gaya ilustrasi, sedangkan warna dan tipografi lebih berperan dalam membangun suasana visual. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas program studi akan lebih kuat jika twibbon dirancang dengan unsur visual yang khas, sesuai dengan bidang ilmunya, dan diterapkan secara konsisten, bukan hanya mengandalkan nama atau logo program studi.

Referensi

[1] B. A. Hananto, “Perancangan identitas visual lintas medium untuk brand makanan: Studi kasus Kupana,” Titik Imaji, vol. 2, no. 2, pp. 62–72, 2020, doi: 10.30813/.v2i2.1958.

[2] I. N. Jayanegara and I. N. A. F. Setiawan, “Analisis bentuk pada identitas visual STMIK STIKOM Indonesia,” J. Bhs. Rupa, vol. 3, no. 2, pp. 76–82, 2020, doi: 10.31598/bahasarupa.v3i2.459.

[3] S. W. Hikmah, “Perancangan identitas visual melalui redesain logo Wildhani Design Studio,” BARIK, vol. 6, no. 3, pp. 272–284, 2025, doi: 10.26740/jdkv.v6i3.65832.

[4] H. Rahayu, “Perancangan identitas visual UMKM bidang kuliner ‘Bu Naf’ di Yogyakarta: Upaya menyintas pasca pandemi,” DeKaVe, vol. 17, no. 1, pp. 110–124, 2024, doi: 10.24821/dkv.v17i1.12644.

[5] F. Utari, “Identitas visual Krerora Tekstil: Rancangan dan pengaplikasiannya,” DeKaVe, vol. 18, no. 2, pp. 147–157, 2025, doi: 10.24821/dkv.v18i2.14932.

[6] E. Gunawan, H. Calista, P. Frite, R. Isfandriani, and K. M. Suwanto, “Proses perancangan identitas visual dan desain kemasan untuk brand Verenice,” IMATYPE J. Graph. Des. Stud., vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2022, doi: 10.37312/imatype.v1i1.5214.

[7] C. Larashati, “Redesain logo ‘Hadimu Home Bakery’ sebagai identitas visual pada usaha kue di Kota Bandung,” Besaung J. Seni Desain dan Budaya, vol. 9, no. 2, pp. 275–288, 2024, doi: 10.36982/jsdb.v9i2.4261.

[8] Meilani, “Teori warna: Penerapan lingkaran warna dalam berbusana,” Humaniora, vol. 4, no. 1, pp. 326–338, 2013, doi: 10.21512/humaniora.v4i1.3443.

[9] M. Monica and L. C. Luzar, “Efek warna dalam dunia desain dan periklanan,” Humaniora, vol. 2, no. 2, pp. 1084–1096, 2011, doi: 10.21512/humaniora.v2i2.3158.

[10] D. Wiratama, “Perancangan identitas visual Kota Salatiga sebagai kota multikultur dan toleran,” ARS J. Seni Rupa dan Desain, vol. 21, no. 3, pp. 139–148, 2018, doi: 10.24821/ars.v21i3.2894.

[11] Y. Faisal, I. W. Swandi, and I. W. Mudra, “Perancangan identitas visual dalam meningkatkan brand recognition Peken Senggol Gurat,” J. Pendidik. Seni Rupa Undiksha, vol. 14, no. 2, pp. 172–184, 2024, doi: 10.23887/jjpsp.v14i2.77445.

[12] I. N. B. Bhargawa, A. A. G. B. Udayana, and C. A. Artawan, “Perancangan ulang identitas visual untuk brand Tetuek Sangmong di Denpasar,” AMARASI J. Desain Komun. Vis., vol. 3, no. 2, pp. 192–204, 2022, doi: 10.59997/amarasi.v3i02.1685.

[13] I. K. D. Noorwatha and I. G. N. Wirawan, “Strategi desain dari visual branding The 6th International Seminar on Nusantara Heritage (ISoNH) 2017,” Segara Widya J. Penelit. Seni, vol. 8, no. 1, pp. 20–32, 2020, doi: 10.31091/sw.v8i1.720.

[14] A. I. Rohanindya and N. Kristiana, “Perancangan identitas visual merek Tandai,” J. Desain Graf. Apl., vol. 2, no. 1, pp. 78–89, 2024, doi: 10.26740/desgrafia.v2i1.64078.

[15] M. F. S. H. Mufarrihin and N. Kristiana, “Perancangan identitas visual Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Surabaya,” J. Desain Graf. Apl., vol. 3, no. 2, pp. 363–373, 2025, doi: 10.26740/desgrafia.v3i2.75281.

[16] S. Hardjono, B. A. Hananto, and K. M. Suwanto, “Perancangan ulang identitas visual dan desain kemasan UMKM fesyen KonnuKu,” Titik Imaji, vol. 6, no. 1, pp. 10–19, 2023, doi: 10.30813/.v6i1.4319.

[17] R. L. Zahara, “Strategi branding logo dan kemasan produk makanan tradisional ‘Enye Ibu Iya,’” ARS J. Seni Rupa dan Desain, vol. 27, no. 1, pp. 7–12, 2024, doi: 10.24821/ars.v27i1.6757.

[18] K. Fitaloka, E. Suryani, and Firdaus, “Konstruksi representasi perempuan muslim modern melalui elemen desain komunikasi visual dalam iklan Wardah ‘Beauty Moves You,’” ARS J. Seni Rupa dan Desain, vol. 28, no. 3, pp. 171–180, 2025, doi: 10.24821/ars.v28i3.18231.

[19] A. Pradhana and A. R. Rizka, “Perancangan logo sebagai identitas visual untuk usaha pemasok sayur: Studi kasus UD. Sumber Makmur,” PRASI J. Bahasa, Seni, dan Pengajarannya, vol. 20, no. 1, pp. 172–183, 2025, doi: 10.23887/prasi.v20i01.98451.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-14